BeritaHukumNasionalSulawesi Barat

BEM Nusantara Sulbar Kecam Keras Pengeroyok Ketua Gerakan Vendette, Desak Polisi Tangkap Pelaku dan BGN Usut Dugaan Keterlibatan Relawan SPPG di Mamuju

0
×

BEM Nusantara Sulbar Kecam Keras Pengeroyok Ketua Gerakan Vendette, Desak Polisi Tangkap Pelaku dan BGN Usut Dugaan Keterlibatan Relawan SPPG di Mamuju

Sebarkan artikel ini

Rahmat (BEM Nusantra Sulbar)

Sulawesi Barat– BEM Nusantara Sulawesi Barat mengecam keras dugaan aksi pengrusakan sekretariat dan pengeroyokan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang diduga berasal dari Kelompok Relawan SPPG Mamuju Mamuju Rimuku terhadap Ketua Gerakan Vendetta Sulawesi Barat bersama dua aktivis Vendetta lainnya pada Kamis (28/05/2026).

Berdasarkan informasi yang diterima, sebelum pengeroyokan terjadi, sekelompok orang yang berjumlah sekitar 10 orang lebih diduga mendatangi sekretariat Gerakan Vendetta Sulawesi Barat dan melakukan pengrusakan terhadap sejumlah fasilitas sekretariat. Pada malam harinya, setelah adanya kesepakatan untuk bertemu secara damai tanpa tindakan kekerasan, korban yang merupakan Ketua Gerakan Vendetta Sulawesi Barat bersama rekannya justru diduga menjadi sasaran serangan secara bersama-sama hingga mengalami luka-luka. Dalam insiden tersebut, salah satu pelaku juga diduga mengeluarkan senjata tajam jenis badik untuk melakukan intimidasi dan ancaman terhadap korban.

Menanggapi peristiwa tersebut, Sekretaris Umum BEM Nusantara Sulawesi Barat, Rahmat, mengecam keras tindakan yang dinilai sebagai bentuk premanisme yang mencederai nilai-nilai demokrasi dan supremasi hukum.

“Kami mengecam keras aksi pengrusakan dan pengeroyokan terhadap Ketua Gerakan Vendetta Sulawesi Barat beserta dua aktivis lainnya. Tindakan ini merupakan tindak pidana yang tidak dapat ditoleransi dan harus diproses secara tegas sesuai hukum yang berlaku. Kami mendesak Polres Mamuju untuk segera menangkap dan menahan seluruh pelaku serta mengusut tuntas siapa pun yang terlibat dalam peristiwa ini,” tegas Rahmat.

Selain mendesak aparat kepolisian, BEM Nusantara Sulawesi Barat juga meminta Badan Gizi Nasional untuk segera melakukan investigasi dan evaluasi menyeluruh terhadap dugaan keterlibatan oknum Relawan SPPG Mamuju Mamuju Rimuku dalam insiden tersebut.

“Apabila benar para pelaku merupakan bagian dari relawan yang berafiliasi dengan program SPPG, maka kami meminta Badan Gizi Nasional untuk bertindak tegas. Jangan sampai tindakan kekerasan, intimidasi, dan premanisme yang dilakukan oleh oknum tertentu mencederai kepercayaan publik terhadap Program Makan Bergizi Gratis yang merupakan salah satu program prioritas Presiden. Program yang lahir untuk kepentingan rakyat tidak boleh dinodai oleh perilaku yang bertentangan dengan hukum,” lanjut Rahmat.

BEM Nusantara Sulawesi Barat menegaskan bahwa kasus ini harus menjadi perhatian serius seluruh pihak. Penegakan hukum yang cepat, transparan, dan berkeadilan diperlukan agar tidak ada ruang bagi tindakan kekerasan terhadap aktivis maupun masyarakat sipil.

BEM Nusantara Sulawesi Barat menuntut:
1. Kepolisian segera menangkap dan menahan seluruh pelaku pengeroyokan, pengancaman dengan senjata tajam, dan pengrusakan sekretariat.
2. Kepolisian mengusut tuntas seluruh pihak yang terlibat, termasuk pihak yang diduga mengorganisir atau memerintahkan aksi tersebut.
3. Badan Gizi Nasional melakukan investigasi menyeluruh terhadap dugaan keterlibatan oknum Relawan SPPG Mamuju Mamuju Rimuku.
4. Pemberian sanksi tegas terhadap siapa pun yang terbukti menggunakan atribut atau afiliasi program negara untuk melakukan tindakan kekerasan dan melanggar hukum.
5. Menjamin bahwa Program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan sesuai tujuan mulianya dan tidak dicederai oleh tindakan oknum yang merusak kepercayaan masyarakat.

“Tangkap Pelaku, Usut Aktor Intelektualnya, dan Bersihkan Program Negara dari Oknum Premanisme.”

*BEM NUSANTARA SULAWESI BARAT*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Oleh: Agus Maulidar Direktur Aceh Cakrawala Institute (ACI)…