Berita

Mengenang Tokoh Pemimpin yang Memiliki Jiwa Futuwwah dan Mengenang 16 Tahun Alm. Dr. Teungku Muhammad Hasan Di Tiro

1
×

Mengenang Tokoh Pemimpin yang Memiliki Jiwa Futuwwah dan Mengenang 16 Tahun Alm. Dr. Teungku Muhammad Hasan Di Tiro

Sebarkan artikel ini

Banda Aceh – Aceh bukan provinsi biasa. Ia adalah tanah para syuhada, tempat di mana semangat futuwwah — kesatriaan Islam yang mengutamakan pengorbanan diri demi sesama bangsa dan rakyat. pernah menjadi jiwa perlawanan melawan penjajahan selama berabad-abad. Mengingat masa konflik masa saya belum di lahirkan’ dari berbagai cerita dan tulisan tulisan, cerita orang orang tua saya di kampung. Aceh mempunyai sejarah panjang tentang pemimpin yang punya semangat Futtuwah salah satu contoh yaitu YANG MULIA DR. TEUNGKU MUHAMMAD HASAN DI TIRO ia adalah salah satu dari banyak nya sosok pemimpin aceh yang memiliki semangat futtuwah yang berani mengakui kegagalan, yang rela berkorban popularitas demi memperjuang kan hak hak bangsa dan yang lebih takut kepada rakyat yang sengsara daripada hidup berkelimpangan harta dan kuasa. Melihat aceh hari ini timbul pertanyaan besar kemanakah benih benih pemimpin yang mempunyai jiwa dan karakter kepemimpinan semacam pendahalunya. Alih alih berkorban untuk memperjuang kemaslahatan rakyat pemimpin aceh sekarang cenderung sibuk dengan jual beli kekuasaan sibuk dengan pokir pokiran,Aceh yang damai ternyata tak serta merta menjadikan Aceh yang sejahtera. Korupsi menggerogoti dana otonomi khusus. Kemiskinan masih menghimpit rakyat di pedalaman kapitalis kapitalis bersalaman dengan pejabat merompak hutan hutan menghacurkan tanah yang di jaga dan hutan tempat rakyat mencari secercah nasi untuk keluarga dan meraka datang merusak segalanya. Pemimpin yang lahir dari rahim perjuangan kini lebih sibuk memperebutkan kursi daripada memperebutkan nasib rakyat. rakyat Aceh tidak butuh penguasa yang pandai berpidato tentang keistimewaan. Mereka butuh pemimpin yang cukup berani untuk bertanya kepada dirinya sendiri setiap pagi — sudahkah amanah ini saya tunaikan hari ini?
Teungku hasa di Tiro rela bergerilya di belantara di rimba tuhan dan hidup 30 tahun di pengasingan demi bangsa Aceh. Sementara beberapa pemimpin hari ini tak rela 30 menit duduk mendengar keluhan rakyat. Ini bukan soal politik. Ini soal hutang sejarah yang belum dibayar.
Al-Fatihah untuk Tgk. Hasan di Tiro — dan semoga para pemimpin Aceh hari ini masih ingat untuk siapa mereka seharusnya berdiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Oleh: Agus Maulidar Direktur Aceh Cakrawala Institute (ACI)…