BeritaJawa Tengah

Perkuat Konektivitas Daerah, Presiden Prabowo Resmikan Jembatan Kabanaran sebagai Bagian Program Infrastruktur Nasional

×

Perkuat Konektivitas Daerah, Presiden Prabowo Resmikan Jembatan Kabanaran sebagai Bagian Program Infrastruktur Nasional

Sebarkan artikel ini

SUKOHARJO, Kamis 27 November 2025 – Presiden Prabowo Subianto meresmikan Jembatan Kabanaran di Kabupaten Bantul dan Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Rabu 19 November 2025. Peristiwa bersejarah ini menandai intensitas pemerintahan Prabowo dalam mengakselerasi proyek infrastruktur strategis untuk kemajuan ekonomi nasional.

 

Jembatan Kabanaran, sepanjang 2,3 kilometer, menjadi infrastruktur penting dalam Jalur Lintas Selatan (Pansela). Pembangunan yang dimulai tahun 2022 ini selesai Juni 2025 dengan investasi Rp 863,72 miliar dari APBN. Jembatan ini menghubungkan dua kabupaten sekaligus dan dilengkapi dengan elemen budaya lokal berupa gunungan, rumah joglo, dan motif batik dalam desain arsitekturnya. Prestasi luar biasa tercapai ketika jembatan ini meraih Rekor MURI sebagai jembatan terpanjang di Yogyakarta menggunakan material corrugated steel.

 

Pada kesempatan yang sama, Presiden Prabowo juga meresmikan empat proyek infrastruktur lainnya secara hybrid. Total nilai investasi kelima proyek mencapai Rp1,97 triliun, meliputi Underpass Gatot Subroto di Sumatera Utara, Jembatan Sungai Sambas Besar di Kalimantan Barat, Underpass Joglo di Surakarta, dan Flyover Canguk di Magelang.

 

Presiden menekankan bahwa infrastruktur ini bukan sekadar bangunan fisik, tetapi alat strategis untuk membuka pusat-pusat ekonomi baru, meningkatkan konektivitas, dan memberdayakan UMKM lokal. Dampak nyata diharapkan dalam meningkatkan pariwisata, memperlancar arus barang dan jasa, serta menciptakan lapangan kerja baru.

 

Komitmen pemerintah terhadap pembangunan infrastruktur berkelanjutan mencerminkan visi jangka panjang untuk mewujudkan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia, khususnya di jalur Pansela yang menjadi alternatif strategis selain jalur Pantura.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *