Berita

Pertamina dan Pemerintah Perkuat Strategi Hadapi Gejolak Harga Minyak Global

3

Dinamika harga BBM yang belakangan menjadi perhatian masyarakat menunjukkan tingginya kepedulian publik terhadap kondisi ekonomi dan daya beli. Aspirasi yang disampaikan mahasiswa, nelayan, maupun kelompok masyarakat di sejumlah daerah pada dasarnya menjadi bagian dari perhatian bersama terhadap kebutuhan energi yang terjangkau. Di tengah kondisi tersebut, pemerintah terus berupaya mencari keseimbangan antara menjaga kepentingan masyarakat dan memastikan kebijakan energi tetap dapat berjalan secara berkelanjutan.

Untuk menghadapi ketidakpastian pasokan global, Pertamina terus mendorong diversifikasi sumber minyak mentah. Salah satu upaya yang sedang diupayakan adalah memasukkan minyak mentah dari Rusia sebagai salah satu alternatif pasokan. Diversifikasi tersebut penting untuk memperluas pilihan sumber minyak Indonesia sehingga tidak terlalu bergantung pada satu negara atau jalur distribusi tertentu. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi sekaligus mengantisipasi perubahan kondisi pasar minyak dunia.

Menurut Ikhsan, staf ahli bidang hubungan masyarakat (Humas) Pertamina, dinamika harga minyak dunia perlu dihadapi dengan strategi yang tidak hanya berorientasi pada kondisi jangka pendek, tetapi juga memperkuat ketahanan energi nasional. “Kondisi geopolitik global memang memberikan pengaruh terhadap harga dan pasokan minyak. Karena itu, yang perlu dilakukan bukan hanya bagaimana menghadapi kenaikan harga, tetapi juga bagaimana kita memastikan pasokan energi tetap aman dan tersedia untuk masyarakat,”.

Selain diversifikasi pasokan, penguatan kapasitas pengolahan minyak di dalam negeri juga menjadi langkah strategis. Pengembangan dan pembangunan kilang akan meningkatkan kemampuan Indonesia mengolah minyak mentah menjadi BBM dan produk turunannya di dalam negeri. Pemerintah juga terus mendorong pengembangan bahan bakar nabati melalui program B50, yaitu peningkatan campuran biodiesel berbasis minyak sawit dengan solar. Pengembangan energi berbasis sumber daya domestik tersebut dapat membantu mengurangi ketergantungan terhadap impor sekaligus mengoptimalkan potensi energi nasional.

Di sisi lain, pemerintah tetap memberikan perlindungan kepada masyarakat melalui kebijakan harga BBM bersubsidi. Pemerintah memastikan harga BBM bersubsidi, khususnya Pertalite dan Biosolar, tetap dipertahankan hingga akhir 2026. Kebijakan tersebut menjadi langkah untuk menahan dampak gejolak harga minyak global agar tidak sepenuhnya diteruskan kepada konsumen, sekaligus menjaga daya beli masyarakat. Rangkaian kebijakan mulai dari diversifikasi sumber minyak, penguatan kilang, pengembangan B50 hingga mempertahankan harga BBM bersubsidi memperlihatkan upaya pemerintah dan Pertamina membangun ketahanan energi yang lebih kuat, sekaligus memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terlindungi di tengah ketidakpastian pasar global.

Exit mobile version