Berita

Masyarakat Adat Dayak Meratus, Penjaga Warisan Pegunungan Meratus

1

BANJARBARU – Peringatan Hari Masyarakat Adat Sedunia setiap 9 Agustus menjadi pengingat penting bahwa perlindungan terhadap masyarakat adat tidak dapat dipisahkan dari perlindungan wilayah tempat mereka hidup.

Hal tersebut juga berlaku bagi masyarakat Dayak Meratus di Kalimantan Selatan. Bagi mereka, Pegunungan Meratus bukan hanya kawasan alam atau destinasi wisata, melainkan ruang hidup yang menyimpan nilai budaya, kepercayaan, pengetahuan lokal, serta sumber penghidupan.

Ketua Pengurus Wilayah Aliansi Masyarakat Adat Nusantara Kalimantan Selatan, Rubi, mengatakan pengakuan terhadap Pegunungan Meratus, termasuk setelah kawasan tersebut masuk dalam jaringan UNESCO Global Geopark, harus diikuti dengan penghormatan terhadap keberadaan masyarakat adat.

Menurut Rubi, masyarakat Dayak Meratus selama ini memiliki peran penting dalam menjaga hutan, sumber air, keanekaragaman hayati, serta tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi. Karena itu, pengembangan kawasan Meratus tidak boleh hanya berorientasi pada peningkatan kunjungan wisata maupun pertumbuhan ekonomi.

Wajib Berkoordinasi dengan Pemangku Adat

Setiap pihak yang hendak mengadakan kegiatan di kawasan Pegunungan Meratus diimbau untuk lebih dulu berkoordinasi dengan pemerintah desa dan pemangku adat setempat.

Koordinasi ini diperlukan untuk memastikan kegiatan tidak memasuki wilayah sakral, mengganggu ritual adat, merusak lingkungan, atau melanggar ketentuan yang berlaku di tengah masyarakat.

Rubi juga mengingatkan para pengunjung agar menjaga perilaku selama berada di kawasan adat. Wisatawan diharapkan tidak membuang sampah sembarangan, menyalakan api tanpa pengawasan, merusak tanaman, maupun mengambil benda-benda yang berada di kawasan tersebut.

Wilayah yang telah diberi batas atau dianggap sakral juga tidak boleh dimasuki tanpa izin. Sikap tersebut penting untuk menghormati kepercayaan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian kawasan Meratus.

Keselamatan Pengunjung Perlu Diperhatikan

Selain persoalan adat dan lingkungan, keselamatan pengunjung juga harus menjadi perhatian dalam pengelolaan wisata di Pegunungan Meratus.

Penyelenggara kegiatan perlu memperhitungkan kondisi cuaca, medan perjalanan, akses komunikasi, ketersediaan fasilitas kesehatan, serta kesiapan petugas di lapangan. Kondisi geografis Meratus yang terdiri atas pegunungan, hutan, dan jalur dengan tingkat kesulitan tertentu membutuhkan persiapan yang matang.

Pengelolaan wisata yang baik tidak hanya mampu mendatangkan pengunjung, tetapi juga memastikan seluruh aktivitas berlangsung aman, tertib, dan tidak menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan maupun masyarakat.

Jangan Jadikan Masyarakat Adat Sebatas Objek Wisata

Rubi menegaskan, masyarakat adat harus ditempatkan sebagai pihak utama dalam setiap kebijakan dan kegiatan yang berkaitan dengan Pegunungan Meratus.

Masyarakat Dayak Meratus tidak semestinya hanya menjadi objek promosi pariwisata. Mereka perlu dilibatkan sejak tahap perencanaan, pengelolaan, hingga pengembangan kawasan. Keterlibatan tersebut juga harus diikuti dengan pembagian manfaat ekonomi yang adil.

Masyarakat adat memiliki pengetahuan mengenai karakter kawasan, termasuk lokasi yang dapat dikunjungi, wilayah yang harus dijaga, serta aturan adat yang wajib dihormati. Pengetahuan tersebut menjadi modal penting untuk memastikan pengembangan Geopark Meratus tetap sejalan dengan kepentingan lingkungan dan budaya.

Menjaga Meratus Berarti Menjaga Kehidupan

Peringatan Hari Masyarakat Adat Sedunia diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial. Momentum ini perlu dimanfaatkan untuk memperkuat komitmen dalam melindungi masyarakat adat sekaligus ruang hidup mereka.

Pemerintah daerah, pemerintah desa, pengelola Geopark Meratus, pelaku wisata, komunitas, dan masyarakat adat perlu membangun kerja sama yang lebih kuat. Dengan kolaborasi tersebut, aktivitas pembangunan dan pariwisata dapat berjalan secara berkelanjutan tanpa mengorbankan budaya maupun lingkungan.

Menjaga Dayak Meratus berarti menjaga hutan, sumber air, pengetahuan lokal, tradisi, dan nilai-nilai adat yang telah bertahan selama berabad-abad.

Status internasional Pegunungan Meratus sebagai kawasan geopark diharapkan tidak hanya meningkatkan popularitas wisata, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat yang sejak lama menjaga kawasan tersebut. Kelestarian Meratus pada akhirnya tidak dapat dipisahkan dari keberadaan dan hak-hak masyarakat adat Dayak Meratus.

Exit mobile version