KABARCAKRAWALA.COM, Pekanbaru – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Riau (BEM UNRI) melalui Kementerian Sosial Politik melakukan aksi propaganda berupa pemasangan spanduk di titik-titik strategis yang ada di sekitaran pusat Kota Pekanbaru pada Kamis (3/8) dini hari tadi. Pemasangan spanduk tersebut dilakukan sebagai bentuk protes dan kekecewaan dari BEM UNRI terhadap Pemerintah Provinsi Riau yang dinilai belum tuntas dalam memberantas beragam masalah yang tidak pro rakyat bahkan menjelang berakhirnya masa kepemimpinan Syamsuar-Edi.
Adapun titik pemasangan spanduk tersebut yakni, di depan Kantor Gubernur Provinsi Riau, di depan Kantor Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Riau, sekitaran Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Jenderal Soedirman, dan sekitaran flyover di Jalan Tuanku Tambusai.
Muhammad Ravi (Menteri Sosial Politik BEM UNRI) mengatakan, mendekati akhir masa jabatan yang akan segera habis, pihaknya menilai Gubernur bersama Pemerintah Provinsi Riau saat ini masih sangat minim ketercapaian. Alih-alih fokus menyelesaikan permasalahan yang masih menghantui Masyarakat Riau, yang ada hanyalah pemerintah provinsi hanya fokus pada kegiatan seremonial yang sifatnya hanya untuk mencitrakan diri agar terlihat baik.
Lebih lanjut, Ravi mengatakan bahwa pihaknya masih melihat berbagai permasalahan, mulai dari temuan kasus pendidikan yang dengan mudah diperjual belikan melalui regulasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dan zonasi, tenaga kesehatan yang tidak tersebar merata ke daerah, dan fasilitas kesehatan daerah yang masih jauh dari kata layak.
Selain itu, pihaknya juga menilai bahwa infrastruktur Riau sangat memprihatinkan. Sampai pada Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang sudah membakar 956 hektar lahan pada tahun 2023 saja menjadi penilaian bahwa Gubernur Riau hari ini dinilai tidak mampu menyelesaikan tugasnya dengan baik selama hampir 5 tahun masa jabatannya.