AcehEkonomiNasionalPendidikanSosial Budaya

Sepak Terjang Perjalanan Organisasi Ketua Muda Seudang Aceh Utara : Jadidan

×

Sepak Terjang Perjalanan Organisasi Ketua Muda Seudang Aceh Utara : Jadidan

Sebarkan artikel ini
JadidanAsal narasumber : Aceh Utara, Kecamatan Baktiya Jabatan : Ketua Muda Seudang Aceh utara
Jadidan
Aceh Utara, Kecamatan Baktiya
Ketua Muda Seudang Aceh utara

Lhokseumawe – Jadidan, S.pd merupakan pemuda yang berasal dari Desa Alue Dama, Kecamatan Baktiya, Aceh Utara. Narasumber menduduki jabatan sebagai ketua Muda Seudang Aceh Utara sejak 2023 dan Lulusan Intitute Agama Islam Negeri Lhokseumawe FTIK Angkatan 2010. Sebelum mengikuti Muda Seudang narasumber merupakan anggota aktif HMI mulai dari tahun 2012 dan pada tahun 2016-2017 narasumber mengikuti SC (Senior Course) yang dijadikan syarat untuk menjadi instruktur di HMI. Untuk saat ini jabatan narasumber adalah sebagai koordinator BPL (Badan Pengelolaan Latihan) di seluruh Aceh.

Selain HMI narasumber juga sering mengikuti kegiatan relawan kampanye sejak tahun 2017, selain itu merupakan anggota aktif di Muda Seudang dengan membawa bendera Partai Aceh sebagai organisasi yang mewadahi kegiatan yang dilakukan dan narasumber menduduki jabatan sebagai ketua sejak tahun 2022 di Muda Seudang Aceh Utara, resmi dilantik pada tahun 2023.
Alasan narasumber memilih Partai Aceh untuk menjadi wadah kegiatan berpolitiknya karena, Partai Aceh lahir dari semangat perjuangan yang dilahirkan dari Hasan di Tiro yang merupakan toko senior di Aceh. Harapan hadirnya generasi muda di melalui Muda Seudang dapat mengembalikan marwah orang Aceh baik di bidang politik, hukum dan ekonomi agar Masyarakat aceh tidak menjadi budak di negara sendiri. Sehingga partai Aceh harus melakukan transformasi terutama di bidang perekonomian agar tidak ada kesenjangan sosial yang terjadi pada Masyarakat aceh itu sendiri.
Kegiatan Muda Seudang banyak di Aceh Utara ataupun di Kecamatan namun persiapan untuk melakukan kegiatan ada di Lhoksumawe. Di Lhoksumawe sendiri kegiatan dari Muda Seudang belum berjalan dengan baik itu karena ada pengaruh seseorang dan informasi yang minim tentang pergerakan mereka. Sehingga memiliki harapan besar agar Muda Seudang yang ada di Kabupaten Lhoksumawe ini segera hadir di setiap Kecamatan.
Harapan narasumber untuk Muda Seudang untuk Aceh secara nasional, kegiatan difokuskan pada kegiatan pentrainingan, Pendidikan politik basis ekonomi dan Pendidikan politik basis kepartaian. Harapan Muda Seudang untuk Aceh Utara, pemuda/i peka terhadap Partai Aceh karena partai tersebut menggambarkan orang Aceh itu sendiri. Dan harapan Muda Seudang untuk Lhoksumawe, Segera membentuk organisasi Muda Seudang di Lhoksumawe untuk pemilihan DPR A Dapil ataupun Kerjasama dengan kegiatan apapun.
Selain berpartisipasi dalam HMI, Muda Seudang narasumber juga menjadi Sekjen relawan Prabowo 1 atau memiliki sebutan Prabu 1 di wilayah DPD Provinsi Aceh. Tidak ada yang membawa narasumber untuk menjadi Sekjen karena hal tersebut merupakan kemauan pribadi karena senang dengan sosok Prabowo yang menurut narasumber, Prabowo merupakan sosok ideal jika menjadi seorang pemimpin yang memiliki banyak pengalaman di dunia politik, Prabowo memiliki partasi sendiri, dan Prabowo mampu melakukan rekonsiliasi politik. Narasumber menjadi Sekjen atas keinginan pribadi tanpa ada embel-embel Partai Aceh yang mewadahi narasumber.
Adapun kronologi bagaimana cara nacasumber menjadi relawan Prabu 1, berawal dari ajakan teman tongkrongan untuk menjadi relawan di 3 kabupaten, lalu berlanjut melakukan komunikasi dengan ketua Provinsi Aceh dan menyarankan untuk narasumber dijadikan Korlap dibawah kepemimpinan DPW. Dan pada saat itu ketua DPW sedang tidak aktif dan narasumber diminta untuk mengambik alih posisi tersebut. Terjadi kekosongan kedudukan pada saat itu karena ada miskom antara ketua sekjen dengan ketua provinsi yang sampai saat ini belum diketahui masalahnya apa. Narasumber menjadi Sekjen Provinsi setelah menduduki posisi korlap selama 2 bulan.
Bagaimana minat pemuda terhadap organisasai HMI di Aceh? Minat para pemuda terhadap organisasi HMI di Aceh masih cenderung stabil tiap komisariat atau universitas dari tahun ke tahun untuk satu kali training rata-rata ada 30 pemuda/komisariat. Dan di Aceh sendiri terdapat 13 Komisariat. Harapan narasumber untuk kader muda HMI yaitu agar mereka mampu menjadi tulang punggung peradaban yang mana pemahaman politik mereka kuasai agar generasi Aceh tetap maju dan berkembang.
Tujuan narasumber bersedia menjadi Relawan Prabu 1 yaitu narasumber menyukai tokoh (Prabowo) selain itu Prabowo juga memiliki pengalaman lebih di dunia politik atau nama lainnya para relawan ini merupakan kepanjangan tangan para capres (Prabowo). Para relawan sendiri memiliki cara untuk menarik minat Masyarakat, cara mereka yaitu dengan melakukan pemberitaan nasional yang isinya memperkenalkan Prabowo dan menyampaikan Visi dan misinya. Selain itu mereka juga melakukan kampanye bahwa banyak aktivis senior yang mendukung Prabowo untuk menjadi capres dengan maksud tidak ingin menjatuhkan atau menjelekken lawan.
Para Relawan sendiri memiliki target secara nasional yaitu relawan Prabu 1 harus terbangun di setiap kecamatan serta harus terbentuk sebelum pemilu 2024 nantinya. Dan progress saat ini relawan Prabu sudah terbentuk di semua kabupaten di Aceh dan mulai menyebar untuk membuat relawan di tiap kecamatan.
Statement narasumber untuk kegiatan yang dilakukannya, harapannya anak muda diberi ruang untuk melakukan kreatifitasannya dan orang tua tidak segan untuk memberikan tongkat estafetnya agar ada regenerasi dan indicator utamanya agar Masyarakat aceh dapat bertumbuh dengan baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *